(sebenernya ini sedikit salah fokus sih sama skripsi yang sedang dikerjakan. tapi, yaudahlahya)

untuk sekarang mungkin cinta lebih akrab dikalangan remaja, malah mungkin lebih populer. makna yang tersirat adalah ketika seorang laki-laki dan perempuan yang mempunyai perasaan terhadap satu sama lain, yang ingin mengenal lebih dekat dan akhirnya timbulah rasa ingin memiliki dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk saling mencintai satu sama lain karena mereka mempunyai ikatan yang disebut rasa nyaman. (cukup simple kan?)

tapi, sayangnya di era ini, yang banyak dialami teman-teman justu membuat cinta tidak sesimple itu, cenderung karena rumit.Yap, rumit.

sebenernya yang bikin rumit itu bukan cinta. tapi manusianya, para wanita lebih tepatnya.(based on my friends story)

ambil aja contoh, si laki-laki ingin dekat dengan si perempuan tapi dekat dalam arti sebagai teman, karena si laki-laki ingin punya lebih banyak relasi atau mungkin dia ingin lebih banyak teman. si laki-laki mendekati si perempuan dengan cara yang normal, seperti nanyain nama (jelas) atau ada yang langsung nanyain nomer hp (kalau ini kadang biasanya ada maksud tertentu, antara dia ada butuhnya aja atau emang dia tertarik. tapi balik lagi bagaimana cara kita menyikapinya)

nah, yang jadi permasalahannya disini adalah perempuan terlalu lebay dalam mengekspresikan sesuatu atau lebih cenderung ke berlebihan. perempuan selalu merasa dirinya menarik perhatian laki-laki ini sehingga dia berani untuk mengajak berkenalan, perlu digaris bawahi, bahwa laki-laki hanya untuk mengajak berkenalan bukan ngajak nikah. so, please don’t be norak. Dampak dari sifat kelebay-an itu juga mempunyai efek yang gapenting. seperti, friendzone atau sekarang lebih banyak yang ngenalin istilah PHP atau pemberi harapan palsu. Para perempuan, penerus bangsa dan Negara, jadilah seseorang yang ga pede an aja udah cukup mengurangi populasi kebaperan (seriusan ini beneran)

maksud author nulis seperti ini adalah bukan untuk menjadi perempuan paling benar atau bagaimana, hanya menekankan untuk jangan selalu menggunakan hati, gunakan otak untuk berfikir logis tentang cinta yang cukup simple itu. intinya, kalau emang doi tertarik sama kamu, doi tidak akan pernah menggantungkan dengan istilah teman, doi akan mempertegas maksudnya mengapa dia mendekatimu. kalau doi cuma diem aja, layaknya teman biasa, bukan berarti dia sedang memberikan harapan palsu, tapi emang niatnya doi cuma ingin berteman sama kamu, got it?

Advertisements